Village Treasure Archive · Kec. Arjasari
Mata air, lahan, bunyi, dan tutur — direkam titik demi titik oleh Komunitas Bebenah Lemah Cai bersama warga, sebagai basis pengetahuan yang dapat diperiksa dan diwariskan.
Warga bukan objek pendataan. Sesepuh, petani, dan generasi muda turut menentukan apa yang layak direkam serta bagaimana pengetahuan itu dituturkan kembali.
Setiap aset desa dicatat sebagai satu titik: koordinat, dokumentasi lapangan, nama lokal, fungsi, serta tutur yang melekat padanya.
Metode · Participatory Learning & Action
PLA bukan sekadar mengambil data lalu pulang. Warga ikut menentukan apa yang direkam, memeriksa hasilnya, dan memegang salinannya. Lima langkah berikut dijalankan berulang, bukan sekali jalan.
Warga menggambar peta desa dari ingatan sebelum alat ukur dipakai, sehingga yang muncul lebih dulu adalah tempat yang mereka anggap penting.
Berjalan menyusuri desa mengikuti garis lintas bersama petani dan sesepuh, mencatat perubahan tutupan lahan sepanjang jalur.
Tutur direkam di tempat kejadiannya, bukan di ruang rapat, agar ingatan terpancing oleh lingkungannya sendiri.
Setiap titik dicatat koordinatnya, difoto, dan diberi nama lokal — bukan nama administratif — sesuai sebutan warga.
Hasil dikembalikan ke warga untuk dikoreksi. Sebelas titik ternyata berada di luar batas administratif desa, dan temuan itu justru dipertahankan.
Treasure desa · geser kartunya
0titik terekam
Cakupan pemetaan fisik
Titik-titik di atas dikelompokkan menurut wilayah yang sudah benar-benar disusuri di lapangan, bukan menurut batas administratif semata. Sebelas titik justru berada di luar batas desa, dan tetap dipertahankan.
Peta budaya digital
Pindai kode ini dari peta budaya cetak yang terpasang di Ruang Sesama untuk membuka arsip digital ini.
Peta interaktif berisi 110 titik terekam, dimuat langsung di halaman ini. Ketuk untuk mengaktifkan agar tidak membebani pemuatan awal.
Kekayaan Intelektual Komunal
Arsip ini tidak memindahkan kepemilikan. Setiap tutur, motif, praktik, dan nama tempat tetap menjadi milik bersama warga Desa Baros. Pencatatan KIK adalah cara menegaskannya secara hukum, bukan mengambilnya.
Penanggung jawab pencatatan · Kang Bagus
Jali-jali yang dulu menjadi pangan pokok Baros sebelum beras masuk, kini ditanam kembali di Kebun Hajeli. Pengetahuan menanam dan mengolahnya tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal warga.
Beberapa pokok sedang dikumpulkan berkasnya sebelum diajukan. Setiap usulan memerlukan bukti praktik yang masih hidup, penutur yang bersedia menjadi rujukan, serta persetujuan musyawarah desa.
Bank tutur · geser untuk berpindah
Rekaman wawancara dengan warga yang mengalami sendiri — sesepuh, petani, kuncen mata air, dan generasi muda. Ditutur di tempat kejadiannya, bukan di ruang rapat, agar ingatan terpancing oleh lingkungannya.
Kumpulan tutur yang disusun menjadi naskah terbit. Yang ditayangkan di sini hanya cuplikan dan pratinjau — naskah utuhnya diterbitkan terpisah, karena hasil penjualannya kembali ke pengelolaan arsip.
Arsip dokumentasi
Dokumentasi transek dan wawancara yang menjadi dasar seluruh titik dalam arsip ini.
Collectrip · perjalanan terkurasi
Collectrip adalah perjalanan terbatas yang dipandu langsung oleh warga. Bukan wisata alam biasa: rutenya mengikuti titik-titik yang terekam dalam arsip ini, dan penjelasannya datang dari orang yang menghidupinya sehari-hari.
Menyusuri hulu ke hilir: rumah air, pancuran, dan aturan tak tertulis tentang siapa boleh mengambil kapan.
Membaca batas tutupan, garapan, dan larangan langsung di lapangan bersama petani yang menggarapnya.
Mendengar asal-usul nama tempat dan cara warga dahulu membaca tanda alam untuk menentukan waktu tanam.
Ditutup dengan angklung buncis serta panganan yang disiapkan warga dengan bahan dari kebun sendiri.
Produk warga · geser
Publikasi & program
Arsip bukan tujuan akhir. Isinya dipakai untuk naskah, peta cetak, dan pameran — masing-masing dengan penanggung jawab dan tenggatnya sendiri.
Kolaborasi multipihak
Didukung oleh
Sistem Peta Tematik dan Village Treasure Mapping dikembangkan sebagai kekayaan intelektual bersama, terbuka bagi lembaga maupun perorangan yang ingin turut mengembangkan.